Cinta sejati, ada di dalam diri
by Tita Bercerita
by Tita Bercerita
Kamu tahu nggak sih, coping mechanism, defense mechanism, dan mekanisme lainnya adalah cinta dan compassion yang ada di dalam diri kamu?
"Cinta adalah primal impulse yang bergerak menuju kebahagiaan/ kenyamanan/ kebebasan."
Atau kita bisa sebut insting menuju/ mencari/ mengalihkan diri kepada kebahagiaan, maka dari itu saat kita menginginkan orang lain untuk menjadi milik kita, itu adalah dorongan primal, karena menurut kita, orang itu dapat membuat kita berbahagia.
Karena sifatnya instinctive, dorongan ini terletak di sistem saraf kita, dan mampu menggerakan diri kita secara reflek, tanpa perintah kita sendiri.
Contohnya, saat hujan-hujan, kita punya dorongan makan-makanan hangat atau mie instant untuk membuat kita nyaman. Saat kita gatal, kita ingin menggaruk tubuh, mengoleskan minyak kayu putih/ ointment, kemudian membunuh/ mengusir binatang yang menyebabkan gatal. Saat kita bosan, kita langsung scrolling social media, atau mencoba mencari aktivitas yang "berwarna", bahkan saat kita tidur, tanpa kita terbangun, kita akan menarik selimut apabila kedinginan.
Saat kita ingin bahagia, biasanya karena kita ingin menghindari ketidaknyamanan/ penderitaan yang kita rasakan.
"Cinta dan compassion/ welas asih, selalu bersama bagaikan dua sisi mata koin yang tidak pernah terpisahkan."
Insting kita sebagai makhluk hidup adalah untuk bertahan hidup, gambar di samping hanyalah ilustrasi bahwa kita akan melakukan banyak cara untuk menghindarkan kita dari bahaya, misalnya berlari dari hal yang kita takuti, dan juga bercocok tanam, agar terhindar dari kelaparan.
Bahkan laptop yang aku pakai untuk mengetik sekarang adalah produk dari insting untuk bertahan hidup. Jadi berbicara tentang cinta yang merupakan dorongan untuk berbahagia, tidak akan pernah terlepas dari keinginan untuk lepas dari rasa tidak nyaman, kesulitan, atau ketidak-sukaan akan sesuatu.
Misalnya saat kita tidak suka udara panas artinya kita sedang berwelas asih kepada diri, alias ingin lepas dari rasa tidak nyaman karena panas, alhasil kita mencari kenyamanan, kita nyalakan AC/ kipas angin, lalu memakai baju yang berbahan adem. Atau saat kita kehausan, kita tidak suka haus kan, maka kita ingin hausnya hilang.
Dan welas asih ini adalah insting primal juga, yaitu dorongan yang mengarahkan kita menghindari/ membebaskan dari penderitaan/ ketidaknyamanan.
Sebelum melanjutkan cerita, ingat-ingat ya cinta dan welas asih sifatnya adalah primal impulse atau reflex, jadi bergerak sekalipun tanpa kesadaran kita, jadi cinta dan welas asih ada di batin yang kita sadari, alam bawah sadar kita, mempengaruhi cara kita berpikir, berelasi, menanggapi sesuatu, bahkan mempengaruhi sistem saraf kita.
- Mingyur Rinpoche, The Joy of Living: Unlocking the Secret and Science of Happiness
Cinta adalah impuls/ dorongan untuk berbahagia, yang ada di dalam diri semua makhluk hidup.
Bahkan marah adalah cinta, kenapa? Karena marah adalah dorongan untuk melindungi diri/ orang lain dari hal yang kita anggap kelewat batas. Dan banyak perilaku lain yang sebenarnya perilaku yang muncul dari adaptasi kita dengan lingkungan, yang mungkin kurang baik, seperti kecanduan makan, shopping atau obat-obatan psikotropika, dan kecanduan lainnya.
Kita mengerti perilaku tersebut kurang baik, namun sulit untuk kita keluar darinya, kenapa? Karena keinginan untuk berbahagia menguasai seluruh nervous system kita, dan seringnya tubuh kita bergerak secara biologis tanpa kita sadari, untuk melindungi kita.
Kekuatan impuls/ reflex di dalam diri kita berjalan sekalipun tanpa perintah pemikiran kita, dalam meditasi, ada dua langkah untuk dapat terbebas dari reflex tersebut.
Menyadari dorongan reflex, misalnya saat kita sudah mulai ingin nyinyir, sadari dan kenali rasa apakah yang kita rasakan di tubuh kita, apabila kita mampu menyadarinya, kita bisa memilih untuk tidak melakukan perbuatan nyinyir hehehe...
Hal ini penting dan perlu di latih dalam meditasi, tidaklah mudah untuk bisa menguasai teknik ini diperlukan dedikasi dalam berlatih, apabila kamu sudah menguasai cara ini baiknya kamu lanjut ke cara kedua. Karena cara pertama ini bagus untuk menghidari dari dorongan tersebut, bukan sepenuhnya lepas dari dorongan tersebut.
Membersamai rasa dari dorongan tersebut, misalnya kita sudah mengenal betul rasa/ dorongan ingin nyinyir di tubuh kita, lalu lanjut ke merasakan sepenuhnya rasa tersebut. Hal ini memang tidak mudah, untuk di awal, kita akan merasa energi kita terkuras, namun saat kita terbiasa membersamai seluruh rasa secara apa adanya, kita tidak lagi merasa energi kita terkuras, kita malah akan merasakan cinta dan penerimaan yang luar biasa dalam.
Namun hal ini memang tidak menyenangkan, karena kita akan dihadapi oleh pengalaman-pengalaman batin yang mungkin menyakitkan, dan ingin kamu hapus sepenuhnya, namun saat kamu mampu melihatnya secara apa adanya, dan membersamainya, perlahan dorongan reflex untuk nyinyir dan dorongan yang kamu bersamai perlahan berkurang atau hilang, karena saat membersamai keadaan batinmu dengan sabar penolakan dan juga cengkramanmu berkurang.
Namun ini bukanlah pekerjaan satu malam, jadi jangan memiliki ekspektasi hal ini akan terjadi secara cepat. Plus ini perlu dilakukan dengan latihan berjenjang dalam meditasi.
“Inside of us there is a steep mountain of fear and a deep river of grief. But there is also the compassionate eye witnessing your inner landscape. May you find your inner witness, the source of freedom and healing.”
- Haemin Sunim, The Things You Can See Only When You Slow Down
Kita semua sudah memiliki cinta, berupa dorongan perlindungan untuk bertahan hidup. Bentuknya bisa amarah, people pleaser, workaholism, shopaholic, dan banyak macam lainnya.
Apabila kamu membersamai seluruh rasa dan fenomena batinmu, cinta yang sama berubah format menjadi nurturer, pemberi cinta yang sabar dan mendengarkan untuk memahami, setia berada di sisi kita apapun yang terjadi, perlindungan yang sangat kita butuhkan, dan miliki di dalam diri.
Jika kamu tertarik untuk bertemu dan bekerjasama dengan nurturing side di dalam diri, kamu bisa mencoba klik tombol kenal Workshop AAM lebih dalam, semoga lewat pendampinganku, kamu bisa mengenali dan bertemu dengan cinta di dalam diri.