Kenal Diri by Tita Bercerita
Perilaku, kebiasaan, cara kita berpikir dan berelasi terbentuk oleh lingkungan kita, baik secara sadar, maupun tidak kita sadari. Sayangnya perubahan kita lebih sering terjadi, diluar kesadaran kita.
Hal tersebut dikarenakan ebagai makhluk hidup, kita beradaptasi pada lingkungan kita. Adaptasi tersebut membentuk mekanisme autopilot, yang bergerak secara otomatis mengikuti "data" yang kita dapatkan dari pengalaman hidup kita, dengan satu tujuan, bertahan hidup. Untuk bertahan, mekanisme biologis secara otomatis melindungi kita dari situasi yang kita anggap mengancam.
Mekanisme tersebut bisa berbentuk perilaku mal-adaptif, seperti people pleaser, masalah amarah, impostor syndrome, kecanduan akan suatu substansi, atau masalah yang berkaitan dengan mental lainnya. Bukan hanya itu, pemikiran, kepercayaan, cara kita memandang sesuatu, cara kita berelasi serta perspektif secara subjektif kita terhadap sesuatu, juga dipengaruhi oleh mekanisme yang secara tidak sadar membentuk diri kita.
Bila kita terus-terusan berada dalam mekanisme autopilot, kita kehilangan arah, karena bukan kita yang memegang kendali hidup kita, melainkan program dari batin kita yang terbentuk diluar kesadaran kita
Alhasil kita merasa hampa dan kosong dibuatnya, seolah olah kita selalu merasa tidak cukup, selalu ada agenda, selalu ada sesuatu untuk diraih, satu pencapaian menuju pencapaian lain, stress, burnout dan kebingungan, bukanlah satu hal yang aneh. Karena kita lelah dikendalikan oleh topeng mekanisme tersebut, kita ingin bisa memegang kendali hidup kita sendiri.
"In a sense we are homesick for our True nature"
- Mingyur Rinpoche
Caranya adalah, dengan mengkultivasi kesadaran, salah satu kualitas unggul yang sudah kita miliki di dalam batin. Agar dapat terbebas dari mekanisme autopilot, kita perlu berlatih terkoneksi dengan kesadaran, sadar dengan apa yang kita pikirkan, rasakan dan perbuat, bahkan sadar dengan seluruh rasa yang kita miliki di dalam tubuh kita. Memang tidak mudah, karena secara default, kita sudah terlalu sering menyerahkan hidup kita pada mekanisme autopilot, dengan mengenal diri lewat akrab dengan batin kamu bisa kembali memegang kemudi atas hidupmu.
Hi aku Tita, penulis web kenal diri, dan juga mentor meditasi.
Tepatnya sudah 5 tahun aku menapaki perjalanan mengenal diri, sebuah perjalanan mengenali dan mengakrabkan diri dengan hal yang selalu ada di dalam diriku sampai aku mati, yaitu batinku sendiri.
Perjalanan yang sangat kompleks, rumit, dan hanya bisa dipahami lewat menghubungkan akal dan hati, namun hal tersebut mengubah hidupku, menyembuhkan banyak luka batinku, membuatku memiliki relasi yang baik dengan diriku, dengan kreativitasku dan mamaku, serta membuat semua yang aku jalani di dalam kehidupanku menjadi lebih bermakna.
Transformasi batinku dimulai dari terkoneksi dengan kesadaran lewat berlatih meditasi. Karena hal tersebut maka aku ingin berbagi cara yang mentransformasi batinku ini.
Beruntungnya selama satu tahun aku dibimbing oleh seluruh praktisi meditasi yang merupakan ahli dari bidang psikologi, neuroscience, dan juga guru besar dari ilmu tradisional silsilah Buddhisme yang mengekstrak meditasi untuk kalangan sekuler, lewat pelatihan Tergar Meditation Teacher Program Sehingga aku mendapatkan sertifikasi mengajar AAM atau Anytime Anywhere Meditation/ AAM
Jadi... siapa tahu, dengan pengalaman hidupku, aku bisa menyampaikan meditasi, dan membimbingmu untuk mengenal meditasi, dari hatiku untuk kamu.
Meditasi, dalam bahasa tibet disebut GOM, atau secara harafiah diterjemahkan sebagai "being familiar" dengan batin kita, untuk merubah diri, kita perlu mengakrabkan diri dengan keadaan batin kita, dan meditasi adalah alat yang tepat untuk melakukan hal tersebut.
Dengan meditasi, kita bukan hanya mengubah diri dengan sadar, namun juga batin kita bisa menjadi lebih sejahtera dan bahagia, karena perlahan kita akan mengenal kata cukup, sanggup memaafkan dan juga berdamai dengan kondisi external, serta tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan luar.
Meditasi sering disalahpahami sebagai cara untuk tenang, cara untuk mengontrol pikiran agar fokus, dan cara untuk kita berdiam di dalam keheningan yang tanpa pikiran sama sekali
Sadarkah kita selama ini bahwa film iklan, tayangan yang kita lihat, musik, kepercayaan dan kebiasaan dari lingkungan kita, membentuk diri kita... BACA →
Apa itu cinta? Apakah perasaan menggebu saat bertemu dengan orang yang kita sukai? Atau... BACA →
Kita pikir orang yang bijaksana adalah orang suci yang berjubah, dengan suara yang lembut dan menenangkan, padahal... BACA →