Kebijaksanaan , sejatinya
melampaui moralitas by Tita Bercerita
melampaui moralitas by Tita Bercerita
"Waduh itu pemuka agamanya pasti bijak sekali, suaranya pelan dan Adem".... - Mamaku
Aku sering mendapati banyak orang berpikir, orang yang bijaksana adalah orang yang memiliki laku halus, ramah, lemah lembut, termasuk salah satunya adalah mamaku sendiri. Kita pikir orang yang bijaksana adalah orang suci yang berjubah, dengan suara yang lembut dan menenangkan, apa benar demikian adanya?
Pilar moralitas adalah aturan perbuatan baik yang disepakati oleh konsensus
Saat kita melihat orang bertutur lembut, itu adalah cerminan moralitas tinggi, dimana orang tersebut menjunjung tinggi apa yang dinilai sebagai perilaku baik dimata society.
Secara Etimologi Moral berasal dari bahasa Latin mos (jamak: mores) yang berarti kebiasaan, adat. Kata "mos” (mores) dalam bahasa Latin sama artinya dengan etos dalam bahasa Yunani. Di dalam bahasa Indonesia, kata moral diterjemahkan dengan “aturan kesusilaan” ataupun suatu istilah yang digunakan untuk menentukan sebuah batas-batas dari sifat peran lain, kehendak, pendapat atau batasan perbuatan yang secara layak dapat dikatakan benar, salah, baik maupun buruk.
Singkatnya, moralitas hadir sebagai cara manusia bersosialisasi dan meminimalisir chaos dalam lingkungannya.
Moralitas muncul terkadang tanpa ada aturan baku tertulis, bisa jadi karena perilaku adaptif seseorang saat berada di lingkungannya, misalnya seseorang akan memiliki tutur kata lembut karena adaptasi lingkungan keluarga yang tidak suka dengan kekerasan, atau ketakutan untuk dihukum/ ditinggalkan apabila berlaku buruk, atau juga mengikuti pola perilaku dari keluarganya yang berperilaku lembut.
Apakah moralitas buruk? Moralitas bekerja sesuai dengan keinginan kita untuk diperlakukan dalam kehidupan bermasyarakat. Namun moralitas bukanlah kebijaksanaan.
Berbeda dengan moralitas yang memiliki kotak/ aturan tertentu tentang mana yang baik dan buruk, kebijaksanaan adalah kemampuan alami kita yang terletak di batin, saat kita bisa melihat segala sesuatunya apa adanya. Misalnya jauh di lubuk hati yang paling dalam, suara hati kita mengerti apabila kita melakukan hal yang tidak benar. Bahkan kebijaksanaan dalam bersikap tidak selalu terlihat baik di mata moral, misalnya memperlakukan seseorang dengan nada tinggi dan amarah, tidaklah benar dalam lingkup moralitas, namun apabila kita melihatnya dengan sisi kebijaksanaan, mungkin saat itu amarahlah yang dibutuhkan dalam menyelesaikan sesuatu.
Kebijaksanaan muncul saat kita membiasakan diri untuk berlatih merefleksikan masalah hidup, perasaan, emosi dan seluruh pengalaman hidup yang kita rasakan di dalam kehidupan sehari hari, kebijaksanaan muncul saat kita bertanya, bertindak bukan sesuai aturan yang berlaku, namun sesuai dengan hasil kejernihan batin yang diperoleh lewat berlatih memahami segala sesuatunya secara apa adanya.
“REAL BUT NOT TRUE”― Tsoknyi Rinpoche, Open Heart, Open Mind: Awakening the Power of Essence Love
Kita tidak perlu lagi melabeli orang dengan label bijaksana, hanya karena posisinya sebagai pemuka agama, atau jubah yang mereka kenakan, atau juga tutur kata yang lembut. Karena kebijaksanaan melampaui label yang ada... Kita semua memiliki kebijaksanaan di dalam diri kita.
Karena kebijaksanaan ada di dalam batin kita semua, sebuah kemampuan batin yang dapat melihat segala sesuatunya jernih secara apa adanya, misalnya kemampuan melihat amarah sebagai cinta dan perlindungan dari ketakutan, atau kemampuan melihat narasi bahwa apa yang sebenarnya kita rasakan bukanlah kenyataan yang sebenarnya. Dengan kebijaksanaan kita mampu berperilaku dengan tepat dalam situasi yang sulit.
Untuk dapat terkoneksi dengan kebijaksanaan, kita perlu mengasah kembali rasa penasaran, yang sudah ada di dalam diri kita sejak kecil, saat kita penasaran dengan rasa tanah, yang menepiskan rasa penasaran, atau juga karena kebutuhan kamu akan mineral yang ada di tanah tersebut. atau aku ingat dulu, aku sering mencoba mencicipi banyak hal, salah satunya sabun batang, karena aku saat itu aku lihat banyak semut mengerubungi sabun mandi batang.
Apapun itu, baik intuisi yang mengatakan baik-buruknya sesuatu hal, atau panggilan untuk mengikuti kata hatimu, atau juga menggunakan kapasitas kita untuk menjadi detektif dan mengenali pola-pola yang selama ini tidak kamu sadari, sehingga kamu mendapatkan kejernihan, itu adalah kebijaksanaan yang kamu miliki di dalam diri.
Bagi kamu yang masih bingung dengan konsep kebijaksanaan, dan ingin mencicipi kebijaksanaan di dalam diri kamu, yuk ikut workshop meditasi AAM lewat pembimbinganku, kamu bisa klik tombol dibawah. Semoga lewat pelatihan ini, kamu dapat mengembangkan koneksimu dengan kebijaksanaan di dalam diri.