Penerimaan Adalah Cinta Sejatiku
by Tita Bercerita
by Tita Bercerita
Cinta membuatku menerima banyak bagian diriku yang telah aku tekan dan aku benci
Salah satu bagian diri yang aku benci adalah kesensitifanku. Karena aku tidak suka dibenci atau dihakimi.
Sejauh ini orang disekelilingku bilang "sensitiiif banget, apa-apa nangis", "alah cuma gitu aja sedih", "mellow banget sih jadi orang", nobody likes me if i'm being sensitive.
Pernah juga ada yang denger saat aku nangis di kamar mandi lalu kurang lebihnya dia berkata "Loe nggak tahu kan masala gue kayak gimana? Mungkin kalau dibandingin sama masalahlo, masalahlo nggak ada apa-apanya. Come on be strong!" . Pernah juga salah satu rekan kantorku dulu mencibir saat aku menangis karena dimarahi bossku, kira-kira kata-katanya sama menyiratkan bahwa aku terlalu lembek.
Di sisi lain beberapa orang dekat menyukai sifatku yang ceria, jadi jika si "ceria" datang, aku merasa aman. Tapi terkadang si "ceria" hanya berfungsi sebagai topeng, akhirnya membuatku menjadi sedih, lalu serangan panik, aku sulit bernapas.
Akhirnya aku mencoba untuk berlatih meditasi dengan serius, aku pikir meditasi akan membuatku tenang, sama seperti para biksu-biksu yang aku lihat ada di Vihara, aku pikir mereka sudah tidak memiliki emosi sedih, benci, marah dan emosi-emosi lainnya yang bergejolak.
- Pema Chödrön
Long story short, 5 tahun sudah aku bermeditasi dengan teknik yang di ajarkan, si "sensitif" tidak hilang, tapi aku sayang sama dia, dan si sensitif, jadi kekuatan.
Akupun masih sering menangis dalam meditasiku. Bukan hanya itu, kadang kalau ada hal yang menyentuh, aku akan menangis. Saat ini si sensitif berubah menjadi kekuatan, yang bernama vulnerability, yang membuatku lebih bisa terkoneksi, pada hubunganku dengan Mamaku yang dulu dingin dan tidak dekat, dan terutama koneksi pada diriku sendiri.
Dan semakin aku mudah terkoneksi dengan diri, semakin aku tahu apa yang aku butuhkan, baik dari segi makanan, atau latihan, alhasil asma kronisku pun sudah tidak kambuh lagi, kalau kambuh bentuknya beda dan mudah dikenali dan disembuhkan, dermatosis atopik di kulit akibat serangan asma pun jarang kambuh, tapi tetap muncul apabila ada trigger besar yang sulit aku hadapi. Dan banyak transformasi lainnya, yang sangat aku syukuri.
Pernah dengar lagu semua karena cinta? Cuplikan liriknya "Dan bila aku berdiri tegar sampai hari ini, bukan karena kuat dan hebatku, semua karena cinta". Hal tersebut yang menggambarkan apa yang aku alami dalam latihan meditasiku, di dalam latihanku, aku bertemu dengan cinta sejati yang ada di dalam diriku, sebuah cinta yang bisa memberiku keamanan untuk menjadi diriku,
Yang tidak mencibir kecengenganku, atau menganggapnya berlebihan, yang selalu sabar mendengarkan dan merasakan apapun yang aku rasakan, yang selalu setia ada bersama diriku, yang senantiasa tidak menghakimi sekalipun batinku sedang dalam keadaan tidak tenang, dan memiliki gejolak dan rasa tidak nyaman bahkan menyakitkan.
Mengapa aku bisa bertemu dengan cinta sejati di dalam batinku saat meditasi? Itu semua karena meditasi adalah metode untuk terbiasa akrab dengan batin kita sendiri, dan batin kita pastinya tidak selalu tenang, dan semakin kita sering berlatih mengakrabkan diri dengan batin kita, kita akan lebih mudah untuk melihat dan menghadapi dengan cinta kasih dan kebijaksanaan berbagai macam fenomena yang selama ini tidak aku sadari.
Bertahun-tahun aku berlatih menghadapi, satu langkah demi satu langkah membersamai seluruh fenomena batinku, untuk perlahan bisa menerima diriku
Dan hal itu tidaklah mudah bagiku, banyak trigger yang sengaja aku latih untuk temui dan hadapi untuk menerima sisi sensitif yang selama ini aku benci.
Dan hal ini tidak cukup sampai disini saja, aku merasa ini adalah perjalanan seumur hidup, lagipula semakin aku berlatih secara dalam, semakin aku merasakan cinta yang besar di dalam diri, dan semakin merasakan cinta tersebut semakin aku tidak merasa bosan menghadapi batinku sendiri.
Cinta, sebuah insting yang selalu mendorongku mencari kebahagiaan, yang bekerja keras demi kebahagiaanku, yang dulunya berbentuk mencari pasangan, shopping atau self reward, dengan meditasi, cintaku berubah menjadi keinginan besar untuk setia menemaniku, duduk dan menerima semua yang batinku alami, sekalipun hal itu tidaklah menyenangkan. Semoga kalian semua yang membaca cerita ini, bisa menemukan cinta sejati, yang ada di dalam diri kalian.
Love 🤍... Tita
Jika kamu tertarik untuk belajar terampil bertemu dengan penerimaan besar di dalam diri, kamu bisa klik tombol kenal AAM lebih dalam. Semoga lewat pendampinganku, kamu bisa mengenal dan bertemu dengan cinta di dalam dirimu.