Kenal Diri by Tita Bercerita
Pemarah, pelupa, pemalas, pendendam, nyinyir, tukang gossip, kecanduan film korea, imposter syndrome, bahkan pilihan kita terhadap dan reaksi kita terhadap sesuatu bukanlah diri kita yang sebenarnya, karena hal tersebut terbentuk dari pengaruh keadaan luar yang membentuk pola perilaku dan kebiasaan kita, dan hal itu terjadi secara otomatis/ autopilot.
Bila terus menerus berada dalam mekanisme autopilot, kita kehilangan arah, karena program di dalam batin yang terbentuk di luar kesadaran kitalah yang memegang kendali hidup kita.
Jauh di lubuk hati yang paling dalam kita semua ingin terbebas, dan memegang kendali hidup kita sendiri.
"In a sense we are homesick for our True nature"
- Mingyur Rinpoche
Meditasi, dalam bahasa tibet disebut GOM, atau secara harafiah diterjemahkan sebagai "being familiar" dengan batin kita. Bila akrab dengan batin, kita dapat dengan mudah memahami diri efeknya, kita bisa sembuh dari keadaan batin yang tidak pernah terpuaskan, serta mengenali siapa diri kita yang sejati.
Kita menjadi lebih bahagia, karena perlahan kita akan mengenal kata cukup, sanggup memaafkan dan juga berdamai dengan kondisi external, serta tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan luar. BACA →
Meditation heals me...
Sudah 5 tahun lamanya aku menapaki perjalanan mengenal diri, mengarungi samudra batin, mencoba kenal dan akrab dengan setiap langkah yang aku telusuri. Perjalanan seumur hidup yang hanya bisa dipahami lewat menghubungkan akal dan hati.
Perjalanan ini merubah hidupku, menyembuhkan banyak luka batinku, membuatku hubunganku dengan diriku dan sekelilingku menjadi lebih baik, sehingga semua yang aku jalani di dalam kehidupanku menjadi lebih bermakna.
Berbekal sertifikasi mengajar AAM (Anytime Anywhere Meditation) dari Tergar Meditation Teacher Program aku berkomitment untuk menyampaikan meditasi, dan membimbingmu mengenal meditasi, dari hatiku untuk kamu.